Berita Bola

Beda Nasib Marcus Rashford dan Manchester United: Satu Baru Juara, Satunya Justru Tersingkir dari Piala FA

Lunasportdaily – Marcus Rashford akhirnya merasakan manisnya gelar juara bersama Barcelona. Penyerang timnas Inggris itu meraih trofi pertamanya sebagai pemain Blaugrana setelah membantu timnya.

Kemenangan tersebut terasa semakin kontras bagi Rashford. Di saat ia berpesta bersama Barcelona, klub induknya Manchester United justru tersingkir dari Piala FA pada putaran ketiga. Hasil itu membuat Setan Merah tereliminasi dari dua kompetisi domestik sekaligus di fase paling awal untuk pertama kalinya sejak musim 1981-1982.

Pada laga final, Rashford tidak tampil sebagai starter. Pemain berusia 28 tahun itu masuk pada menit ke-83 menggantikan Raphinha yang menjadi bintang kemenangan Barcelona lewat dua golnya. Rashford sempat hampir menambah keunggulan di menit-menit akhir, namun sepakan kerasnya masih melebar dari sasaran.

Barcelona Ingin Permanenkan Rashford

Sejak bergabung dengan Barcelona dengan status pinjaman dari Manchester United, Rashford perlahan menemukan peran barunya. Ia telah menyumbang tujuh gol dari 27 penampilan di semua kompetisi,

Kepindahan Rashford ke Spanyol tak lepas dari konflik internal di Manchester United, terutama dengan mantan manajer Ruben Amorim. Meski Amorim telah resmi meninggalkan Old Trafford, peluang Rashford untuk kembali ke klub masa kecilnya disebut sangat kecil.

Sejumlah laporan menyebut Barcelona justru berminat mengaktifkan opsi pembelian permanen senilai 26 juta poundsterling pada musim panas mendatang.

Jika kepindahan permanen itu terwujud, maka akan berakhir pula perjalanan panjang Rashford bersama Manchester United yang telah berlangsung selama 21 tahun. Selama berseragam Setan Merah, ia pernah mempersembahkan trofi Piala FA dan Liga Europa, namun kariernya juga diwarnai pasang surut performa.

Meski harus bermain dengan sepuluh orang setelah Frenkie de Jong menerima kartu merah di akhir laga, Barcelona mampu mempertahankan keunggulan dan mengamankan gelar juara.

Masa Depan Rashford

Di luar lapangan, masa depan Rashford terus menjadi sorotan. Laporan media Inggris menyebut kepergiannya dari United bukan semata keputusan Amorim, melainkan juga cerminan kekecewaan klub terhadap kontribusi salah satu pemain dengan gaji tertinggi mereka. Situasi tersebut tidak berubah meski Amorim sudah hengkang.

Meski demikian, media Spanyol menyebut klub Catalan masih mengevaluasi aspek permainan Rashford, terutama dalam hal bertahan dan intensitas pressing, serta membuka peluang negosiasi harga.

Ambisi Rashford

Rashford sendiri tak menutupi ambisinya untuk menjadi bagian dari masa depan Barcelona. Dalam wawancara dengan media Spanyol beberapa waktu lalu, ia menegaskan motivasinya bermain di klub yang menuntut kemenangan dan prestasi.

“Barcelona adalah klub yang identik dengan kemenangan. Tekanan di sini justru membuat saya termotivasi,” ujar Rashford. Ia menambahkan bahwa sejak hari pertama bergabung, dirinya merasa diterima dan fokus utamanya adalah membantu tim meraih lebih banyak trofi.

Dengan trofi Piala Super Spanyol sebagai awal, Rashford kini berharap petualangannya bersama Barcelona bukan sekadar singkat. Musim masih panjang, dan peluang untuk menambah koleksi gelar terbuka lebar, sekaligus menandai babak baru dalam perjalanan kariernya di luar Inggris.

Tinggalkan Balasan